Anak Cerdas dan IQ (Intelligence Quotient)

IQ-kecerdasan-anak cerdasAnak dengan IQ di atas rata-rata biasanya dikategorikan sebagai anak cerdas. Benarkah anggapan anak cerdas identik dengan IQ di atas rata-rata ini? Jika benar, bagaimana dengan IQ anak yang dianggap bodoh lalu menjadi juara kelas setelah belajar keras? Sering sekali IQ dijadikan sebagai satu-satunya tolak ukur cerdas atau tidaknya seorang anakAnak yang ber-IQ tinggi dianggap anak cerdas lagi pandai sementara anak ber-IQ rendah dianggap bodoh atau kurang pandai. Namun pada kenyataannya tidak selalu begitu. Ada sebuah kasus di SMA paling favorit di Yogyakarta tentang masalah IQ ini. Setelah melalui tes IQ atau IQ test seorang anak dinyatakan memiliki nilai IQ paling tinggi diantara satu angkatannya di SMA tersebut. Namun nyatanya, dia adalah anak yang paling belakang rengking di sekolahnya. Pertanyaannya, apakah IQ test-nya salah atau si anak yang memang kurang pandai namun jadi pandai pas IQ test?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, marilah kita selidiki terlebih dahulu apa itu IQ testTes IQ sebenarnya sudah dikenalkan pada 1911 oleh seorang psikolog Prancis bernama Alfred Binet. Awalnya tes ini untuk menyeleksi mereka yang ingin masuk dunia militer atau kerja namun kemudian dijadikan sebagai standar tes seleksi di hampir semua bidang. Ini kemudian berkembang diseluruh dunia. Walau begitu, tes IQ sejatinya hanya mampu mengidentifikasi salah satu aspek kecerdasan saja, yaitu Logika Matematika. Dengan kata lain, kecerdasan manusia yang banyak itu belum terwakili oleh tes IQ sebenarnya.  Padahal sejarah mencatat bahwa mereka yang memiliki kecerdasan luar biasa tidak hanya terpaku pada kemampuan Logika Matematika semata. Mari kita renungkan kecerdasan Ibn Abbas yang mampu mengingat banyak sekali hadist Nabi Muhammad sementara ia masih belia, atau Imam Bukhori sang pengarang kitab Shahih Bukhori dari dataran Bukhoro, dan ilmuan-ilmuan penting seperti Ibn Khaldun.
Memang, anak-anak yang mendapatkan skor tingggi dalam tes IQ bisa dikatakan bahwa ia memiliki potensi intelegensia Logika Matematika yang bagus dan sebaliknya. Namun perlu diingat bahwa anak seperti itu belum tentu cerdas dalam aspek lain karena bisa saja hanya pada aspek kecerdasan Logika matematika saja yang ia berprestasi. Sehingga, hal yang paling tepat adalah tidak menjadikan IQ  tes sebagai satu-satunya patokan untuk mengukur cerdas atau bodohnya seorang anak. Yakinlah, bahwa tidak ada anak bodoh dimuka bumi ini karena setiap anak memiliki aspek kecerdasan yang berbeda-beda. Ada yang menonjil pada aspek logika mastematika, namun adapula yang menonjol pada aspek yang lain. So, temukanlah apek kecerdasan yang paling potensial pada diri Anda dan lalu lejitkan sekarang juga.

Jika Anda sudah memiliki keyakinan bahwa Kaffah College akan menjadi bagian dari pendamping belajar putra/i Anda maka segerelah hubungi kami. Anda bisa menghubungi kami pada nomor 085799192783 (wilayah Yogyakarta,Sleman,Bantul,Gunung Kidul,Kulon Progo) dan 085876792420 (Untuk Wilayah Solo,Klaten,dan Sukoharjo) atau phohe (0274) 7149135 Untuk sementara, kami baru membuka layanan bimbingan belajar untuk daerah Kotamadya Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Gunung Kidul dan Kabupaten Klaten.