Jadi Guru Privat, Motivasi Pahala Lalu Gaji

Jadi Guru Privat, Motivasi Pahala Lalu GajiJadi Guru Privat, Motivasi Pahala Lalu Gaji

Anda ingin menjadi guru privat ? Sebelum menjawab pertanyaan itu, mari kita merenung sejenak. Apa yang ingin kita raih sebagai seorang guru privat? Bila hanya ingin mendapat gaji semata, itu sifatnya relatif dan bisa jadi perbuatan tercela. Artinya, gaji menjadi guru privat itu sebenarnya bisa dikatakan kecil dan bisa dikatakan besar. Bila motivasinya hanyalah gaji, sangat bisa dipastikan bahwa gaji guru privat itu dianggap kecil. Ya, karena sifat manusia pada umumnya selalu ingin lebih dan lebih. Dapat satu emas ingin dua emas dan begitu seterusnya. Lalu? Bila tidak hati-hati, motivasi seperti ini hanya akan membuat guru privat tidak ikhlas mengajar sehingga menciptakan perbuatan tercela seperti curang dalam perhitungan les dan tidak disiplin menjalankan les. Selain itu, dia hanya mau memberi les kepada mereka yang kaya atau dengan fee besar saja. Ingatlah sahabat, Niat hanya mencari kehidupan dunia semata akan menghapus pahala yang jauh lebih besar di sisi Allah, yaitu pahala amal jariyah. Apakah Anda mau mendapat gaji besar namun tidak mendapat pahala, bahkan karena tidak ikhlas anda mendapat dosa? Tentu saja tidak.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa dia mendengar Rasulullah saw. Bersabda sebagai berikut.
“Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal, (yaitu) sedekah jariah, ilmu yang diamalkan (diajarkan), dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Jadi Guru Privat, Motivasi Pahala Lalu Gaji

Mencari rizki atau uang, memang sangat dianjurkan dalam Islam, namun niat kita haruslah tetap dalam koridor yang tepat. Motivasi pertama seorang guru privat harusnya adalah beribadah kepada Allah melalui jalan mengajarkan ilmu bukan upah dunia. Sebab, bila yang kita cari hanyalah dunia saja maka ilmu yang diajarkan pun menjadi tidak barokah, upah yang diperoleh pun juga tidak barokah, dan pada akhirnya pun akan gagal. Namun bila motivasi utamanya adalah berbagi ilmu, Insya Allah hasilnya akan sangat luar biasa. Ada kisah dari salah satu tentor Kaffah College di Klaten, fee dia mengajar hanya beberapa puluh ribu saja padahal jarak yang harus dia tempuh hingga 10 km. Namun mengapa dia tetap mengajar privat? Ya, karena motivasinya bukan semata mencari gaji namun yang utama adalah berbagi ilmu. Subhanallah, hampir setiap dia ngeles, setiap wali siswa yang diajar selalu menyediakan makanan-makanan yang enak baginya. Ketika dia berhalangan hadir dan diganti tentor lain, ternyata tentor lain tidak mendapat rizki itu. Dia berkata, rizki itu tidak ahanya dalam wujud uang saja. Bisa jadi fee yang ia terima tidak seberapa, tapi Allah menyediakan rizki dalam wujud lain yang lebih besar.

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

Menjadi guru privat secara tidak langsung sebenarnya telah mengajarkan kita untuk bersedekah. Ya, sedekah tidak selalu harus dengan uang namun juga dengan ilmu yang kita miliki. Sedekah dengan ilmu kadang lebih luar biasa karena ia termasuk amal jariyah. Namun pertanyaannya, apakah kita ikhlas dengan sedekah ilmu itu? Bila ikhlas, Insya Allah akan ada balasan yang luar biasa di dunia maupun di akhirat. Namun bila kita tidak ikhlas dan hanya mencari uang saja, maka yang kita dapatkan hanya gaji itu saja. Sungguh merugi!

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Kami mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

(( مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌ

“Barangsiapa yang (menjadikan) dunia tujuan utamanya maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan/tidak pernah merasa cukup (selalu ada) di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan (harta benda) duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan baginya. Dan barangsiapa yang (menjadikan) akhirat niat (tujuan utama)nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan/selalu merasa cukup (ada) dalam hatinya, dan (harta benda) duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah (tidak bernilai di hadapannya)“

Jadi Guru Privat, Motivasi Pahala Lalu Gaji