Agar Anak Menikmati Belajar

Agar-Anak-Nikmat-Belajar-oke“Aduh, kamu ini sulit sekali disuruh belajar. Lihat temen-temen kamu sudah pada pinter. Kamu cuma main saja maunya.”. Keluh seorang ibu

Mungkin seperti itulah keluhan yang seringkali dialami oleh para bunda dan ayah saat mengajak anaknya belajar. Tak pelak, banyak orang tua yang akhirnya marah atau tidak sabar saat meminta sang buah hati belajar. Seringkali kata-kata kasar muncul untuk melabeli anak yang tidak mau belajar semisal pemalas, bodoh, dan tak tahu aturan. Kondisi semacam ini, sejatinya justru tidak membuat anak jadi takut dan mau belajar. Justru sebaliknya, anak semakin bertambah takut untuk belajar dan hanya belajar sebagai bentuk ketakutannya terhadap rasa marah ayah bunda.

Suatu ketika ada seorang anak yang dipaksa untuk belajar oleh ayahnya, Jika tidak belajar, ayahnya telah menyiapkan kayu atau pentungan agar ia takut. Saat sang ayah duduk di samping anak tersebut, si anak tampak asyik dan sungguh-sungguh belajar. Namun saat ayahnya pergi, dia merasa bebas dari penjara. Ia pun kemudian ingin segera memgang stick PS yang selama ini hanya boleh disentuh setelah belajar. Inilah yang seringkali terjadi jika anak belajar bukan atas kemauannya melainkan atas kemauan orang lain. Lalu bagaimana caranya agar anak mau belajar dengan kesadarannya sendiri?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar anak menikmati belajarnya, bahkan menjadikan belajar sebagai bagian dari keseharian.

Pertama, Ayah dan bunda hendaknya menjadi teman sekaligus pembimbing yang baik. Saat ayah dan bunda menjadi teman bagi buah hati, jangan ragu untuk bermain bersama mereka. Jauhkan rasa malu untuk sekedar bermain petak umpet atau ular tangga bersama buah hati jika itu memang bisa menambah keakraban. Saat bermain tersebut, bimbing anak untuk memahami arti penting belajar bagi masa depan mereka. Jangan paksa mereka untuk mengerti apa yang ayah bunda inginkan namun arahkan keinginan mereka agar mau menjadikan belajar sebagai bagian yang penting dalam keseharian.

Kedua, Ayah dan bunda hendaknya memberikan contoh atau teladan yang baik bagi putra/inya. Saat anak-anak diminta atau sedang belajar, seyogyanya ayah bunda juga ikut belajar atau tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang menggangu proses belajar anak. Sebagai contoh, saat buah hati belajar maka seyogyanya ayah bunda juga menemani. Seandainya ayah bunda tidak bisa menemani belajar karena sibuk, maka tidaklah salah jika menggunakan jasa guru privat atau les privat datang ke rumah. Mereka bisa mewakili peran ayah bunda yang tidak bisa hadir karena suatu pekerjaan atau kesibukan.

Ketiga, Ayah dan bunda sebaiknya sering memotivasi anak untuk menjadi anak pembelajar dengan menunjukkan manfaat- manfaat yang bisa mereka dapatkan jika rajin belajar. Sebagai contoh, tanyalah cita-cita mereka kelak ketika dewasa. Sebagai misal, buah hati Anda menginginkan menjadi pilot. Sampaikan secara halus bahwa seorang pilot adalah orang yang pandai. Mereka bisa menjadi pilot setelah melalui serangkaian ujian. Untuk melewati setiap ujian itu, seorang pilot harus belajar dan terus belajar. Harapannya, buah hati Anda akan termotivasi untuk terus belajar demi meraih cita-citanya.

Keempat, Ayah dan Bunda hendaknya tidak memanjakan buah hati namun sebaiknya memberikan kasih sayang kepada anak-anak. Tidak setiap keinginan anak harus dituruti, namun sebaiknya diarahkan sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Saat ayah bunda harus menilak keinginan anak, maka lakukanlah dengan penuh kelembutan. Pahamkan bahwa apa yang mereka nginkan itu tidak benar atau tidak sesuai kebutuhan. Dengan begitu, mereka akan lebih hormat dan sayang kepada ayah bunda sehingga saat mereka diminta belajar maka mereka pun akan menuruti perintah Anda.

Kelima, Ayah bunda jangan lupa untuk senantiasa mendoakan buah hati agar mereka menjadi pembelajar-pembelajar yang hebat. Seringkali anak tidak mempan dengan ribuan nasehat namun mereka luluh dengan doa-doa yang kita panjatkan. Anak-anak adalah titipan dari Sang Pencipta, sehingga sudah selayaknya jika kita pun memohon bantuan kepada Sang Pencipta untuk menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang bersemangat dalanm belajar dan kebaikan.

Semoga tips-tips di atas bermanfaat bagi Ayah Bunda yang memiliki putra/i di rumah. Tak lupa kami sampaikan, jika ayah bunda membutuhkan guru les privat datang ke rumah, mohon tak segan untuk menghubungi kami, Semoga kami bisa membantu menyediakan guru les untuk putra/i Anda. Alhamdulillah, sudah 8 (delapan) tahun lamanya Kaffah College menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat untuk menyediakan layanan les privat. Selama itu, telah banyak siswa yang bekerjasama dengan kami demi meraih cita-cita. Dan, berikut adalah salah satu testimoni dari mereka yang pernah mengamanahkan putra/inya belajar di Kaffah College

Assalamu’alaikum, Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Kaffah College yang telah memberi pelajaran yang sangat bermanfaat bagi adewa. Alhamdulillah proses belajarnya telah usai..

Adewa, Bantul, 0859274XXXXX

Jika Anda sudah memiliki keyakinan bahwa Kaffah College akan menjadi bagian dari pendamping belajar putra/i Anda atau Anda sendiri dalam memberikan Les Privat di wilayah Kota Jogja, Sleman, Klaten, Solo, Sukoharjo, dan Bantul maka segeralah hubungi kami. Anda bisa menghubungi kami pada nomor Hp 085799192783 atau Pin BB 75F8E952 atau Whats App (WA) dan Line pada nomor 085799192783.

Anda Juga bisa melakukan pendaftaran On Line dengan mengklik Gambar Berikut untuk mendapat layanan Les Privat Kaffah College

pendaftaran siswa On line